Resensi Bull’s Eyes: The Power of Focus

bull20s20eye20720langkah20rahasia20u20membangun20kebiasaan20sukses20dalam20hidup20anda-380x380

Judul: Bull’s Eyes: The Power of Focus
Penulis: Brian Tracy
Hal: 100 halaman Hal: 100 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama 

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Rating: ratingratingrating(3/5)


Buku ini termasuk buku pengembangan diri yang populer di seluruh dunia. Ketenaran Brian Tracy sebagai trainer handal dan sudah menulis lebih dari 70 buku membuat buku yang tidak begitu tebal ini diminati banyak orang dan diterjemahkan ke banyak bahasa di dunia, termasuk bahasa Indonesia.

Bercerita tentang tujuh langkah rahasia untuk membangun kebiasaan sukses dalam hidup. Buku ini saya baca karena lagi butuh asupan nutrisi otak tentang manajemen diri dan waktu. Masalah terbesar yang lagi saya hadapi belakangan ini. Mengatur waktu 24 jam satu hari, 7 hari satu minggu dan 365 hari dalam setahun bukanlah perkara mudah. Tapi bukan juga hal yang mustahil.Dibuku setebal 100 halaman ini ada tujuh bagian. Dari tujuh ini ada dua bagian yang paling saya suka.Kekuatan konsentrasi dan kekuatan fokus. Dua bagian yang jadi permasalahan dan tantangan banyak orang termasuk saya.

Brian Tracy mengibaratkan fokus seperti kita membidik dan mengunci sasaran tembak yang harus tau jelas seberapa jauh dan seperti apa sasaran bidik itu.
“tidak ada hal yang sulit bila anda membaginya menjadi pekerjaan kecil”

Henry Ford (Pendiri Perusahaan Mobil Ford)

Ada tujuh langkah agar kita dapat fokus dalam hidup.

Pertama, bayangkan kita punya semua sumberdaya yang ada untuk mencapai semua yang kita inginkan dalam hidup. Lalu ketahui secara spesifik impian hidup itu.

Kedua, tulis tujuan dari sasaran bidik itu.

Ketiga, pasang deadline agar otak bawah sadar bisa merespon dan segera mengeksekusi. Gimana jika tak sesuai deadline ?. Tetapkan lagi, lagi, dan lagi. Karena tidak ada impian yang tidak realistis tapi yang ada ya deadline yang tidak realistis.

Keempat, buat to do lists. Henry Ford, founder Ford Mobil pernah bilang “tidak ada hal yang sulit bila anda membaginya menjadi pekerjaan kecil”.

Kelima, atur to do lists jadi sebuah rencana utuh dengan menetapkan urutan sesuai skala prioritas. Kelima, ambil langkah pertama, action !!!.

Keenam, lakukan action itu setiap hari biar dapat momentum karena yang penting pertama kali adalah mulailah bergerak dan kedua bergeraklah terus.

[caption id="attachment_975" align="alignnone" width="1200"]about-brian-tracy Brian Tracy[/caption]

Dari tujuh langkah ini Brian Tracy menyarankan agar disempurnakan dengan rumus tiga P yaitu Personal, Positive dan Present Tense. Contohnya “Saya Bukan Perokok” daripada “Saya akan berhenti merokok”.

Selain bagian fokus ada satu bagian lagi yang aku. Kekuatan konsentrasi. Konsentrasi ini termasuk sebuah kebiasaan yang hanya bisa didapat jika di praktikkan berulang kali. Ed Foreman (teman Brian Tracy) mengatakan “kebiasaan baik sulit dibentuk tapi mudah untuk hidup bersamanya. Kebiasaan buruk muda dibentuk tapi sulit hidup bersamanya”.

Distraksi alias gangguan ternyata bisa membuat kita kecanduan. Ternyata otak akan melepaskan sejumlah kecil hormon dopamine yang membuat kita ketagihan rasa senang dan bahagia. Makanya harus dihindari. Agar konsentrasi mudah dicapai maka setiap to do lists yang di ekseskusi harus berorientasi pada hasil.

Itulah yang aku dapat dari buku Brian Tracy kali ini. Buku yang tidak tebal ini membuatku senyum-senyum sendiri. Karena sebetulnya isi dari buku ini banyak sekali menyinggung kebiasaan “buruk” ku. Ya semoga saja setelah ini bisa jadi jauh lebih baik.
Resensi Bull’s Eyes: The Power of Focus Resensi Bull’s Eyes: The Power of Focus Reviewed by katamahdi on January 05, 2018 Rating: 5

No comments:

Berkomentarlah dengan baik dan bijak

Powered by Blogger.