Ridwan Kamil: Ega, I am proud of you

ridwan-kamil-puji-ega

Bandung – Sabtu, 2 januari 2016 (hari kedua ditahun baru 2016) insting citizen journalism saya digoda sama berita anak muda di Bandung. Mega Fajar Alamsyah namanya. Ega (nama panggilan) ini menjadi sorotan publik khususnya Bandung karena aksi heroiknya dan ada sosok Ridwan Kamil (walikota Bandung) didalam kronologis kejadian. Penasaran dengan kejadian ini saya segera menghubungi Ega via Line (dapet dari bio Instagramnya, @view.ega). Penasaran saya memuncak seketika wawancara singkat jarak jauh itu terjadi. Mau tau apa yang terjadi, baca terus sampai akhir ya.

Jum’at, 1 Januari 2015 jam 8 pagi, seorang nenek tunawisma yang sedang menyapu jalanan tertabrak angkot dari arah belakang di Jalan AH Nasution Desa Cipadung Kecamatan Cibiru Bandung Timur. Rihmah (60-an) nenek tua yang tertabrak tadi mengalami luka robek dibagian kepala, berbekal sarung ia menutupi luka dan darah yang mengalir dari kepalanya.

Selang beberapa saat, Ega mendapat informasi ini. Nenek Rihmah yang sudah 3 minggu terakhir setiap hari tidur di trotoar jalan, dan sering diajak ngobrol olehnya tertabrak angkot. “saya langsung pergi ke apotik, si ibu (nek Rihmah) itu tertidur didepan ruko, nutupin kepalanya dengan sarung. Pas saya buka innalillahi darah dikepalanya sudah kering, lalu saya bersihkan dengan Rivanol dan Betadine terus saya beri baju ganti, kerudung, dan makanan” jawab Ega ketika saya tanya kronologis singkatnya.

Perhatikan, jawaban itu seakan menyadarkan kita kembali akan jati diri bangsa Indonesia: gotong royong, peduli dengan sesama. Jati diri ini terasa hampir punah terlebih dikalangan anak muda, tapi seorang Ega mengingatkan kita. Ega juga menyadarkan kita dengan pondasi dan sikap dasar Negara Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945 Pasal 34 ayat (1)  menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”

Berita ini masih belum selesai, Ega dibantu Om-nya (red: paman) mencoba menghubungi Polisi, namun tak kunjung datang. Disaat matahari hendak terbenam (sore) dengan rasa kesal Ega post kejadian ini lengkap dengan foto dan caption + mention ke akun Pak Ridwan Kamil @ridwankamil via Instagram. Dalam hitungan menit Ridwan Kamil merespon dan menerjunkan Dinsos untuk mengurusi nek Rihmah.

ega-melapor-ke-ridwan-kamilInilah yang menarik dari kejadian ini, Internet dan Sosial Media membuat sekat informasi antara pejabat dan rakyat hilang. Ega dan pemimpinya Ridwan Kamil sudah pasti tidak pernah bertemu secara langsung sebelumnnya, atau bahkan belum pernah berhubungan/chatting di sosial media. Tapi fakta berkata lain. Sebuah keputusan tepat baru saja diambil dalam hitungan menit karena sikap pro-aktif masyarakat (Ega) dan fast response dari seorang pemimpin (Ridwan Kamil). Saya menilai Ridwan Kamil berhasil menggunakan sosial media dalam berinteraksi dengan rakyatnya, hemat, cepat dan akurat. “blusukan digital” , mungkin itu istilah yang tepat.

Kembali lagi ke kronologis berita, dibawa kemana nek Rihmah oleh Dinsos ?, “katanya mau dimasukkan ke rehabilitasi di Lembang” jawab Ega. “kemungkinan saya juga bakalan nengok lagi. Takutnya ditelantarin lagi di pinggir jalan” tambahnya lagi.

dinsos-bandung-tangani-nek-rihmah

Sudah seharusnya kita peduli dengan lingkungan sekitar. Jangan sampai Indonesia yang dikenal ramah tamahnya menjadi Negara yang masyarakatnya Individualistis. Itu bukan Indonesia. Indonesia itu ramah, peduli dengan sesama, pokoknya Indonesia itu negara yang ber-peri kemanusiaan dan ber-peri keadilan.

Semoga diluar sana masih banyak Ega-Ega yang lain, sosok anak muda teladan. Semoga juga di negeri ini banyak lagi pemimpin seperti Ridwan Kamil, cekatan dalam melayani rakyatnya.
Ridwan Kamil: Ega, I am proud of you Ridwan Kamil: Ega, I am proud of you Reviewed by katamahdi on January 02, 2016 Rating: 5

No comments:

Berkomentarlah dengan baik dan bijak

Powered by Blogger.